PERDAFKI Luncurkan Panduan Dosis Antibiotik Digital, Dorong Penggunaan Antibiotik yang Lebih Tepat
Resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) masih menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan antibiotik yang tidak rasional, baik dari sisi jenis, dosis, maupun durasi pemberian. Menjawab tantangan ini, PERDAFKI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan penggunaan antibiotik yang tepat di kalangan tenaga kesehatan.
Komitmen PERDAFKI terhadap Penggunaan Antibiotik yang Rasional
Sebagai organisasi profesi yang berfokus pada ilmu farmakologi klinik dan terapi obat, PERDAFKI memiliki peran strategis dalam mendorong praktik peresepan antibiotik yang aman, efektif, dan berbasis bukti. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat—baik karena dosis yang kurang, berlebih, maupun durasi yang tidak sesuai—dapat memicu munculnya bakteri resisten, memperpanjang masa perawatan pasien, meningkatkan biaya pengobatan, hingga meningkatkan risiko kematian akibat infeksi yang sulit diobati.
Untuk mendukung upaya ini, Kelompok Kerja Antibiotik PERDAFKI menghadirkan sebuah acuan praktis berupa panduan dosis antibiotik yang dapat diakses secara digital oleh tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Mengenal Platform Panduan Dosis Antibiotik PERDAFKI
Platform ini dapat diakses melalui tautan antibiotik.perdafki.or.id bertajuk "Panduan Dosis Antibiotik – PERDAFKI 2026", yang disusun khusus untuk kebutuhan dosis pada pasien dewasa.
Beberapa fitur utama yang ditawarkan platform ini antara lain:
- Klasifikasi antibiotik berdasarkan golongan, meliputi β-Laktam, Karbapenem, Aminoglikosida, Fluorokuinolon, Glikopeptida, Makrolida, Tetrasiklin, dan golongan lainnya, sehingga tenaga kesehatan dapat mencari referensi dosis dengan lebih cepat dan terstruktur.
- Fitur pencarian A–Z, memudahkan pengguna menemukan antibiotik tertentu secara langsung.
- Dukungan akses offline, di mana aplikasi tetap dapat digunakan setelah kunjungan pertama berkat teknologi PWA—sangat membantu bagi tenaga kesehatan yang bertugas di area dengan keterbatasan jaringan internet.
- Dapat dipasang sebagai aplikasi langsung di perangkat pengguna, layaknya aplikasi native, tanpa perlu mengunduh dari toko aplikasi.
- Rujukan konsultasi lanjutan, di mana untuk optimalisasi terapi berbasis prinsip farmakokinetik-farmakodinamik (PK/PD), pengguna diarahkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik.
Platform ini disusun oleh Kelompok Kerja Antibiotik PERDAFKI dan ditujukan murni untuk keperluan klinis, dengan penekanan bahwa setiap penggunaan tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Mengapa Acuan Dosis Antibiotik Ini Penting?
Dalam praktik klinis sehari-hari, ketepatan dosis antibiotik dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti fungsi ginjal dan hati pasien, berat badan, jenis infeksi, hingga hasil pemeriksaan mikrobiologi. Pedoman umum dari pemerintah, seperti Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, telah lama menjadi acuan nasional. Namun demikian, ketersediaan alat bantu praktis yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja oleh tenaga medis di lapangan tetap menjadi kebutuhan penting—terutama untuk mempercepat pengambilan keputusan klinis tanpa mengorbankan ketepatan dosis.
Kehadiran panduan digital seperti yang dikembangkan PERDAFKI ini diharapkan dapat:
- Membantu dokter untuk menentukan dosis antibiotik secara cepat dan akurat sesuai golongan dan indikasi.
- Mengurangi risiko kesalahan pengobatan (medication error) akibat keterbatasan referensi di lapangan.
- Mendukung program pengendalian resistensi antimikroba (PPRA) di fasilitas pelayanan kesehatan.
- Menjadi jembatan antara pedoman klinis berbasis bukti dengan praktik peresepan sehari-hari.
Penutup
Langkah PERDAFKI menghadirkan panduan dosis antibiotik berbasis digital ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi organisasi profesi dalam mendukung penggunaan antibiotik yang bijak di Indonesia. Di tengah ancaman resistensi antimikroba yang terus meningkat secara global, ketersediaan acuan yang praktis, terpercaya, dan mudah diakses menjadi salah satu kunci penting untuk memastikan setiap pasien mendapatkan terapi antibiotik yang tepat.
Akses panduan ini dapat diperoleh dengan mengunjungi laman resminya di antibiotik.perdafki.or.id.
Catatan: Panduan ini disusun untuk keperluan klinis oleh Kelompok Kerja Antibiotik PERDAFKI. Penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, dan untuk optimalisasi terapi berbasis PK/PD disarankan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik.



