
Perhimpunan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik Indonesia (PERDAFKI) kembali berkontribusi dalam forum ilmiah nasional melalui keikutsertaan salah satu anggotanya sebagai pembicara pada The 27th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (RESPINA) 2026 yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Mario Abet Nego dari Clinical Pharmacology Unit, Rumah Sakit Universitas Indonesia, menyampaikan materi berjudul "Emerging Clinical Pharmacology Practice in Critical Care". Sesi ini membahas perkembangan terkini penerapan farmakologi klinik dalam pelayanan pasien kritis, termasuk optimalisasi farmakoterapi, individualisasi terapi obat, serta pendekatan berbasis bukti untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan pengobatan di ruang perawatan intensif.
Kehadiran narasumber dari PERDAFKI pada RESPINA 2026 mencerminkan semakin pentingnya peran dokter spesialis farmakologi klinik dalam praktik kedokteran modern. Pada pasien dengan penyakit respirasi berat dan kondisi kritis, pengelolaan terapi obat memerlukan pendekatan multidisiplin agar pemilihan obat, penyesuaian dosis, pemantauan efektivitas, serta pencegahan efek samping dapat dilakukan secara optimal sesuai kondisi klinis masing-masing pasien.
Partisipasi ini juga menjadi bagian dari kolaborasi PERDAFKI dengan RESPINA Society, yang secara konsisten menghadirkan forum ilmiah multidisiplin bagi para tenaga kesehatan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan terjalin pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis yang semakin memperkuat implementasi pelayanan kesehatan berbasis bukti (evidence-based practice) di Indonesia.
PERDAFKI mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada dr. Mario Abet Nego untuk berbagi keilmuan pada forum ilmiah bergengsi ini. Diharapkan kontribusi tersebut dapat semakin memperkuat eksistensi farmakologi klinik dalam pengembangan pelayanan pasien kritis, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai disiplin ilmu demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.


