Pernahkah Anda merasa obat yang dikonsumsi tidak memberikan hasil yang diharapkan, atau bahkan menimbulkan efek samping yang mengganggu? Anda tidak sendirian, karena banyak orang mengalami hal serupa. Hal ini terjadi karena setiap orang dapat merespons suatu obat dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang merespons dengan baik, ada yang mengalami efek samping, dan bahkan ada yang tubuhnya sama sekali tidak memberikan efek terhadap obat tersebut.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil kini menghadirkan layanan Farmakogenomik di Poliklinik Farmakologi Klinik, Klinik Istano Pagaruyuang. Farmakogenomik adalah ilmu yang mendeteksi faktor genetik seseorang untuk mengetahui bagaimana tubuhnya akan merespons suatu obat. Sama halnya dengan sidik jari manusia yang berbeda antar individu, profil genetik ini membantu dokter memilihkan obat yang paling tepat beserta dosis yang sesuai untuk masing-masing pasien.
Tahapan Pemeriksaan Farmakogenomik Layanan farmakogenomik di RSUP Dr. M. Djamil mencakup berbagai langkah untuk mendukung pengobatan yang lebih presisi, yang meliputi:
-
Konseling pra-genetik.
-
Pengambilan spesimen.
-
Telaah dan interpretasi hasil pemeriksaan genetik.
Proses pemeriksaannya pun sangat sederhana. Pasien hanya diharuskan berpuasa selama 30 menit sebelum pemeriksaan dilakukan. Setelah itu, spesimen akan diambil menggunakan metode swab buccal atau usap mukosa pipi. Sampel ini kemudian disiapkan dan dikirim ke laboratorium genetik untuk dianalisis lebih lanjut.
Mengapa Pemeriksaan Ini Penting? Pemeriksaan genetik ini krusial karena tubuh setiap orang merespons dosis obat secara berbeda. Terdapat pasien yang cukup menggunakan dosis normal, ada yang merespons dengan setengah dosis, dan ada pula yang membutuhkan dua kali lipat dari dosis yang seharusnya. Bahkan, ada individu yang bereaksi berbeda terhadap suatu obat sehingga membutuhkan golongan obat yang lain.
Siapa yang Membutuhkan Layanan Ini? Layanan farmakogenomik ini sangat direkomendasikan bagi beberapa kelompok pasien, antara lain:
-
Pasien yang biasanya mengonsumsi obat dalam waktu yang cukup panjang.
-
Pasien yang saat ini menggunakan obat namun efek yang dirasakan tidak seperti yang seharusnya, atau muncul efek samping.
-
Pasien dengan penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.
-
Pasien dengan penyakit saraf, seperti stroke dan lain-lainnya.
-
Pasien dengan gangguan profil lemak atau hiperkolesterolemia.
Dengan adanya layanan farmakogenomik, dunia medis kini selangkah lebih maju menuju pengobatan yang lebih presisi. Setiap pasien kini berkesempatan mendapatkan terapi yang paling sesuai berdasarkan profil genetik unik mereka. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Poliklinik Farmakologi Klinik di Klinik Istano Pagaruyuang, RSUP Dr. M. Djamil melalui WhatsApp di nomor 081166
15740.



